Sesungguhnyacatatan orang yang durhaka benar-benar tersimpan dalam sijjin." kosong pengantar tidur. Perhatikanlah isi Al-Quran, akan dijumpai berbagai macam pembahasan baik itu tentang hukum, kisah-kisah umat terdahulu, ataupun peringatan-peringatan tentang hari akhirat, tentang hari kiamat, bahkan tentang muamalah, tentang akhlak, dan Disebuah negeri Arab, ada seorang yang sudah sepuh, usianya sudah menginjak 80 tahun. Umumnya orang-orang yang sudah berumur, banyak penyakit yang datang silih berganti, tidak terkecuali sang kakek ini. Sang kakek mengidap penyakit kanker prostat yang cukup parah. Pada suatu hari ia sama sekali tidak bisa mengeluarkan air urinnya. KisahKaum Durhaka: Al-Walid bin Al-Mughirah (Bagian 2) Pendapat yang Jahat dari Pemimpin yang Jahat Pula Al-Walid Ibnul Mughirah dengan para sahabatnya mengamati bahwa kebanyakan suku Arab, termasuk orang pandai di antara mereka dan ahli hikmah, pulang di musim-musim tertentu seperti haji dan pasar bersama. SOMBONG SOK, ANGKUH, AROGAN, CONGKAK, PONGAH, TAKABUR. Sombong dianggap penyakit yg sering menghinggapi kita semua, benih-benihnya sering muncul tanpa kita sadari. Ditingkatan terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain. Di tingkat kedua, sombong disebabkan Vay Nhanh Fast Money. Sebagai gambaran bagaimana beratnya balasan orang yang melukai perasaan ibu, pernah ada seorang sahabat namanya Alqamah. Ia seorang yang sangat taat kepada Allah, tekun beribadah, tak pernah tertinggal puasa dan shalatnya. Tak terkecuali zakat dan sedekahnya. Namun, di penghujung hayatnya, ia kesulitan mengucapkan kalimat Lā ilāha illallāh. Setelah dilaporkan dan ditelusuri oleh Rasulullah saw, Alqamah masih memiliki seorang ibu yang sudah tua dan hatinya pernah terluka gegara sikapnya. Menurut sang ibunda, Alqamah terlalu lebih perhatian dan lebih mementingkan istrinya ketimbang ibunya. Itulah sebabnya, saat sakaratul maut, lidah Alqamah kelu tak bisa mengucap kalimah thayyibah. Untungnya, Rasulullah saw. segera memintakan ampunan kepada sang ibunda untuk Alqamah. Demi membuka pintu maaf sang ibunda, beliau sempat meminta para sahabat mengumpulkan kayu bakar untuk membakar Alqamah. Mendengar demikian, jiwa keibuan ibunda Alqamah pun bangkit dan hatinya pun luluh. Ia merasa tidak tega jika harus melihat jasad sang anak dibakar hidup-hidup di depan mata. Hingga akhirnya ia rela memaafkan Alqamah daripada melihat jasadnya hangus terbakar api. Rasulullah saw menyampaikan kepada sang ibunda, “Duhai ibu, api akhirat jauh lebih pedih ketimbang api dunia.” Setelah dimaafkan, Alqamah pun dengan mudahnya menghembuskan nafas terakhir seraya mengucap kalimah Lā ilāha illallāh. Lihat Syekh Zainuddin al-Malaibari, Irsyadul-Ibad, halaman 91. Seorang Alqamah saja yang taat ibadah kepada Allah, berada di ambang kematian su’ul khatimah, bagaimana dengan orang yang durhaka kepada Allah dan orang tua? Bagaimana orang yang terus membangkang dan selalu menyakiti perasaan orang tua? Sungguh ini pelajaran berharga bagi siapa pun yang masih memiliki sikap buruk kepada orang tuanya. Sekaligus pelajaran bagi siapa pun yang menginginkan kematian husnul khatimah. Di momen Hari Ibu ini, marilah kita sama-sama mengubah sikap buruk kita kepada orang tua, terlebih kepada ibu kita. Doakan yang terbaik jika mereka sudah tiada. Bahagiakanlah mereka. Jika belum mampu membahagiakan, setidaknya jaga sikap dan perkataan kita agar tidak melukai perasaan mereka. Sebab, balasan dan ancamannya sangatlah berat dan merugikan kita di dunia dan akhirat. Wallahu alam. Ustadz Tatam Wijaya, alumnus Pondok Pesantren Raudhatul Hafizhiyyah Sukaraja-Sukabumi, Pengasuh Majelis Taklim “Syubbanul Muttaqin” Sukanagara-Cianjur, Jawa Barat. Jakarta - Kisah tentang azab yang menimpa umat-umat terdahulu dapat kita jumpai dalam surat Al-Ankabut, Al Najm, Hud, Qaf, An Naml, Yunus, Qasas, Saba, dan Ad Dukhan. Sejumlah surat tersebut juga menceritakan kaum yang dibinasakan Allah Allah SWT adalah hal yang nyata adanya. Dalam surat Al-Ankabut ayat 21 Dia berfirmanيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَرْحَمُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَاِلَيْهِ تُقْلَبُوْنَ - ٢١Artinya "Dia Allah mengazab siapa yang Dia kehendaki dan memberi rahmat kepada siapa yang Dia kehendaki, dan hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan."Dalam firman lanjutan-Nya, sebagaimana ditafsirkan oleh Kementerian Agama Kemenag, Dia menjelaskan bahwa tidak ada seorang pun yang bisa lepas dari azab Allah. Bahkan, orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka yang berputus asa dari rahmat-Nya akan mendapatkan azab yang اَنْتُمْ بِمُعْجِزِيْنَ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِى السَّمَاۤءِ ۖوَمَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ ࣖ - ٢٢ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَلِقَاۤىِٕهٖٓ اُولٰۤىِٕكَ يَىِٕسُوْا مِنْ رَّحْمَتِيْ وَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ - ٢٣Artinya "Dan kamu sama sekali tidak dapat melepaskan diri dari azab Allah baik di bumi maupun di langit, dan tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah. Dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan-Nya, mereka berputus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu akan mendapat azab yang pedih." QS. Al-Ankabut 22-23.Dijelaskan dalam buku Kemudahan dari Allah Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir yang disusun oleh Muhammad Nasib Ar-Rifa'i, Allah SWT menceritakan kondisi orang-orang yang menyekutukan-Nya ketika di dunia dan azab yang akan mereka terima di akhirat lantaran mereka menjadikan beberapa tandingan untuk disembah dan dicintai seperti mencintai-Nya. Lihat QS. Al Baqarah 165-167.Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, Abdullah bin Mas'ud berkata, "Saya bertanya, 'wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar?' Beliau bersabda, 'Bila kamu membuat tandingan Allah padahal Dialah yang menciptakanmu'."Berikut beberapa kisah tentang azab yang menimpa umat-umat terdahulu sebagaimana terdapat dalam Al-Qur' Surat Al-Ankabut Ayat 14Surat Al-Ankabut ayat 14 mengisahkan tentang azab yang diberikan kepada kaum Nabi Nuh AS yang durhaka kepadanya. Allah SWT kemudian mengirimkan banjir bandang dan menenggelamkan اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَلَبِثَ فِيْهِمْ اَلْفَ سَنَةٍ اِلَّا خَمْسِيْنَ عَامًا ۗفَاَخَذَهُمُ الطُّوْفَانُ وَهُمْ ظٰلِمُوْنَ - ١٤Artinya "Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim."2. Surat An Najm Ayat 50Surat An Najm ayat 50 menceritakan bahwa Allah SWT membinasakan kaum 'Ad yang pertama, kaum Nabi Hud AS. Kemenag menjelaskan dalam tafsirnya, yang dimaksud dengan kaum 'Ad yang kedua ialah kaum Iram bin Sam bin اَهْلَكَ عَادًا ۨالْاُوْلٰىۙ - ٥٠Artinya "dan sesungguhnya Dialah yang telah membinasakan kaum 'Ad dahulu kala,"3. Surat Hud Ayat 68Allah SWT juga menceritakan kisah tentang azab bagi kaum Samud melalui firman-Nya dalam surat Hud ayat 68. Kaum Samud adalah kaum yang mengingkari Nabi Saleh لَّمْ يَغْنَوْا فِيْهَا ۗ اَلَآ اِنَّ ثَمُوْدَا۠ كَفَرُوْا رَبَّهُمْ ۗ اَلَا بُعْدًا لِّثَمُوْدَ ࣖ - ٦٨Artinya "Seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, kaum samud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, binasalah kaum samud."4. Surat Qaf Ayat 12Surat Qaf ayat 12 menjelaskan tentang beberapa kaum yang mendustakan para rasul terdahulu. Dia berfirmanكَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوْحٍ وَّاَصْحٰبُ الرَّسِّ وَثَمُوْدُ - ١٢Artinya 'Sebelum mereka, kaum Nuh, penduduk Rass dan Samud telah mendustakan rasul-rasul,"5. Surat An Naml Ayat 54Surat An Naml ayat 54 mengisahkan tentang kaum Nabi Luth AS yang berkelakuan menyimpang. Mereka adalah kaum Sodom yang menyukai sesama اِذْ قَالَ لِقَوْمِهٖٓ اَتَأْتُوْنَ الْفَاحِشَةَ وَاَنْتُمْ تُبْصِرُوْنَ - ٥٤Artinya"Dan ingatlah kisah Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah keji, padahal kamu melihatnya kekejian perbuatan maksiat itu?"6. Surat Saba Ayat 16Surat Saba ayat 15 dan 16 menjelaskan tentang betapa pedihnya azab Allah SWT yang diturunkan kepada kaum كَانَ لِسَبَاٍ فِيْ مَسْكَنِهِمْ اٰيَةٌ ۚجَنَّتٰنِ عَنْ يَّمِيْنٍ وَّشِمَالٍ ەۗ كُلُوْا مِنْ رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوْا لَهٗ ۗبَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَّرَبٌّ غَفُوْرٌ - ١٥ فَاَعْرَضُوْا فَاَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنٰهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ اُكُلٍ خَمْطٍ وَّاَثْلٍ وَّشَيْءٍ مِّنْ سِدْرٍ قَلِيْلٍ - ١٦Artinya "Sungguh, bagi kaum Saba' ada tanda kebesaran Tuhan di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, kepada mereka dikatakan, "Makanlah olehmu dari rezeki yang dianugerahkan Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. Negerimu adalah negeri yang baik nyaman sedang Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami kirim kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi pohon-pohon yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit pohon Sidr."7. Surat Qasas Ayat 40Surat Qasas ayat 40 menceritakan tentang azab yang diturunkan kepada Firaun dan bala tentaranya. Mereka tenggelam dalam laut, sedangkan kaum Nabi Musa AS وَجُنُوْدَهٗ فَنَبَذْنٰهُمْ فِى الْيَمِّ ۚفَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الظّٰلِمِيْنَ - ٤٠"Maka Kami siksa dia Fir'aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang zalim."Selain ketujuh surat di atas, kisah tentang azab yang menimpa umat terdahulu juga terdapat dalam surat Yasin 13, Al Araf 163, Al Furqan 38, At Taubah 70, Al Hijr 78, Thaha 40, hingga Asy Syu'ara 176. Simak Video "Permintaan Maaf Wanita Simpan Al-Qur'an Dekat Sesajen-Akui Tertarik Islam" [GambasVideo 20detik] kri/lus Oleh M. Ishom el-Saha Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Banten TIDAK sedikit orang tua yang meminta putra-putrinya berbakti kepada orang tua. Tapi dia sendiri tidak paham tentang apa pun sebutan ayah yang durhaka untuk ayah. Jika anak durhaka berhasil lolos sia-sia, begitupun orang tua yang durhaka kepada keturunan. Diriwayatkan pada masa Umar bin Khattab ada ayah yang menyeret putranya untuk dihadapkan kepada Amirul Mukminin. Di depan Umar, orang tua itu mengadukan kelakuan putranya yang tak mau dihormati dan durhaka menerima. “Mohon nasihati dia, wahai Amirul mukminin!” kata orang tua itu. BACA JUGA Sikap Orangtua Seperti Ini, Sebabkan Anak Durhaka Umar lalu menasihati anak lelaki itu. “Apa kamu tidak takut kepada Tuhan-mu sebab ridha-Nya tergantung ridha orang tuamu.” Tak disangka-sangka anak itu mulai bertanya “Wahai Khalifah! Apa yang ada di samping itu adalah soal anak yang berbakti kepada orang tua, termasuk juga cara orang tua yang bertanggung jawab terhadap apa?”. Umar bin Khattab menjawab “Ya, benar ada! Seharusnya ayah menyenangkan dan mencukupi nafkah istri sekaligus ibu dari putra-putrinya, memberikan nama yang baik untuk putra-putrinya, serta mengajari putra-putrinya Al-Quran dan memelajari ilmu agama lainnya.” Mendengar penjelasan Amirul Mukminin, anak laki-laki itu membalas “Jika demikian, bagaimana aku berbakti kepada ayahku? Demi Allah, ayahku takir ke ibuku yang tak perlu menggantinya di hamba sahaya. Sekali pun dia minta uang untuk ibuku, sebanyak 400 dirham untuk menebus ibuku. Dia juga tak menamaiku dengan nama yang baik Aku dinamai ayahku dengan nama “Juala” Jadian. Dia juga tak mengajariku mengaji, satu ayat pun!” BACA JUGA Sungguh Terhina Anak yang Durhaka pada Orang Tua Seketika itu Umar bin Khattab berpaling, memandang tajam ke arah orang tua anak itu, sambil berkata “Kalau begitu bukan anakmu yang durhaka, tapi kamulah orang tua durhaka!” Jadi, ayah yang durhaka tanda-tandanya adalah menyayangi lahir-batin istri yang menjadi sumber belajar pertama kali anak kandungnya. kasar dan tidak memanggil putra-putrinya dengan sebutan yang baik. mendidik putra-putrinya dengan pendidikan yang baik dan bermanfaat untuk masa depan mereka. Ibnu al-Qayyim al-Jauzi di dalam kitab “Tuhfat al-Maudud” juga pernah mengatakan “Barangsiapa menyia-nyiakan pendidikan yang berguna untuk masa depan dan putra-putrinya yang dibiarkan begitu saja, maka dia menjadi orang tua yang paling merugi. Anak menjadi rusak moralitasnya karena faktor orang tua yang menyia-nyiakan pendidikan perputaran. anak-anak itu tidak mengembangkan akal budayanya dan tidak mendatangkan manfaat di masa depan untuk kedua orangtuanya. “ Oleh sebab itu, sebagai orang tua, sebagian besar ayah, sepatutnya mencurahkan pikiran, tenaga, dan keuangan untuk masa depan serta pendidikan buah hatinya. Berapa banyak yang dicurahkan orang tua untuk putra-putrinya semua adalah bernilai sedekah dan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. [] SUMBER KEMENAG Jakarta - Dalam Al-Qur'an terdapat perempuan yang dikisahkan baik dalam keshalehannya yang berguna untuk teladan perempuan muslim, maupun perempuan yang durhaka yang bisa menjadi pengingat untuk perempuan muslim lainnya. Kisah perempuan durhaka yang dikisahkan dalam Al-Qur'an ialah istri dari Nabi Nuh as, istri dari Nabi Luth as, dan Istri dari Abu Lahab. Bagaimana kisah ketiganya?Melansir kepada buku Ulumul Qur'an Kajian Kisah-kisah Wanita dalam Al-Qur'an yang ditulis oleh Muhammad Roihan Nasution, berikut kisah-kisah istri durhaka yang diabadikan dalam Al-Qur'an. Kisah Istri Nabi Nuh As dan Nabi Luth AsDalam surah at-Tahrim ayat 10, Istri nabi Nuh as dan Nabi Luth as menanggung azab yang pedih. Surah tersebut berbunyi sebagai berikut,ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ كَفَرُوا امْرَأَتَ نُوحٍ وَامْرَأَتَ لُوطٍ ۖ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا وَقِيلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِينَArtinya "Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya masing-masing, maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari siksa Allah; dan dikatakan kepada keduanya "Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk jahannam"." QS. At-Tahrim 10Bertahun-tahun lamanya istri Nabi Nuh as menentang dakwah yang dibawanya. Bahkan, ia sanggup mengatakan bahwa pengikut dakwah Nabi Nuh as hanyalah dari kalangan orang-orang miskin dan saat kenabian Nabi Nuh as, keadaan dunia sangat rusak dengan adanya degradasi moral manusia seperti pembangkangan terhadap urusan Allah SWT. Hal tersebut yang menyebabkan turunnya bencana banjir besar yang menyapu manusia durhaka di bumi, sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nyaقَالَ سَـَٔاوِىٓ إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِى مِنَ ٱلْمَآءِ ۚ قَالَ لَا عَاصِمَ ٱلْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَ ۚ وَحَالَ بَيْنَهُمَا ٱلْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ ٱلْمُغْرَقِينَArtinya "Anaknya menjawab "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah saja Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." QS. Hud 43Nabi Nuh as memohon pertolongan kepada Allah SWT agar diselamatkan istri dan anaknya dari bencana banjir tersebut. Tetapi, jawaban Allah SWT menjelaskan bahwa keduanya bukanlah anggota keluarganya lagi. Sehingga disebutlah keduanya istri dan anak dari Nabi Nuh as termasuk orang yang celaka dunia dan pula kisah yang menceritakan tentang istri dari Nabi Luth yang digambarkan dalam surah At-Tahrim ayat 10. Abdullah Yusuf Ali dan para mufasir menekankan bahwa istri Nabi Luth telah menjadi perantara untuk kaum Sodom dalam menggagalkan misi dakwah pengkhianatan yang dilakukan oleh istri Nabi Luth terdapat dalam surah Hud ayat 81 yang berbunyi sebagai berikutقَالُوا۟ يَٰلُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَن يَصِلُوٓا۟ إِلَيْكَ ۖ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ ٱلَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنكُمْ أَحَدٌ إِلَّا ٱمْرَأَتَكَ ۖ إِنَّهُۥ مُصِيبُهَا مَآ أَصَابَهُمْ ۚ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ ٱلصُّبْحُ ۚ أَلَيْسَ ٱلصُّبْحُ بِقَرِيبٍArtinya "Para utusan malaikat berkata "Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?"" QS. Hud 81Kisah Istri Abu LahabIstri dari Abu Lahab merupakan termasuk perempuan yang diabadikan oleh Allah SWT dalam Al-Quran sebagai perempuan yang durhaka. Tidak hanya istrinya, tetapi Abu Lahab pun juga merupakan laki-laki yang durhaka. Kisah keduanya diabadikan dalam surah Al-Lahab 1-5 yang berbunyi demikianتَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ * مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ * سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ * وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ * فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍArtinya "Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia. Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak neraka. Dan begitu pula istrinya, pembawa kayu bakar penyebar fitnah. Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal." QS Al Lahab 1-5.Kedengkian Abu Lahab kepada Rasulullah SAW dan keluarganya beserta agamanya pun semakin menjadi-jadi. Karena kelicikan Ummu Jamil yan memengaruhi suaminya sehingga buta terhadap kebenaran yang dibawakan oleh Nabi dari istri Abu Lahab juga kerap cenderung saling ditimpali suaminya. Sepasang suami istri ini kerap untuk menolak, menentang, bahkan mengganggu dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW di Makkah dengan kebencian. Bahkan, mereka tidak mengindahkan lagi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah keponakannya sendiri. Simak Video "Jaga Kearifan Lokal, Masjid Al-Hikmah Dibangun dengan Nuansa Khas Bali" [GambasVideo 20detik] lus/lus

kisah umat terdahulu yang dusta dan durhaka